Gaza,LiputanIslam.com-Kelompok-kelompok Palestina bereaksi keras terhadap statemen Khalid Al Khalifa (menlu Bahrain) yang mengakui eksistensi Rezim Zionis.

“Bahrain adalah pemerintahan yang alih-alih mendampingi rakyat Palestina dan mendukung perjuangannya, justru mengakui legalitas rezim penjajah. Bahrain lupa bahwa Israel adalah ‘induk segala krisis di kawasan,’”kata Khalid al-Batsh (anggota kantor politik Jihad Islam Palestina), Jumat (28/6).

“Israel tak akan berhenti mengincar semua negara di kawasan, termasuk Bahrain. Manama akan menjadi salah satu korban penjajahan,”tambahnya.

Baca: Akhirnya Israel Bertekuk Lutut di Hadapan ‘Senjata’ Palestina Ini

Al-Batsh menuding menlu Bahrain sebagai orang yang tak bertanggung jawab. Dia meyakini bahwa rakyat Bahrain menentang statemennya dan menolak normalisasi hubungan dengan Rezim Zionis.

“Tampaknya pemerintah Bahrain tak punya kuasa atas diri sendiri dan dikendalikan oleh negara-negara lain. Bahrain memainkan peran sebagai tikus percobaan di kancah politik. Sementara itu, negara-negara Arab lain menjalankan kebijakan politik mereka, termasuk masalah Palestina, melalui Bahrain dan di bawah pengawasan AS,”tandas al-Batsh.

Dalam wawancara dengan harian Times of Israel baru-baru ini, menlu Bahrain mengatakan,”Israel dibuat untuk bertahan. Dengan demikian, Israel berhak hidup di dalam perbatasan aman, dan kami ingin berdamai dengan mereka.” (af/fars)

Baca:

Bahrain Mengaku Tak Akan Menormalisasi Hubungan dengan Israel

Polisi Israel Tembak Mati Demonstran Palestina di Yerusalem

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*