Gaza,LiputanIslam.com-Seorang petinggi kelompok Jihad Islam menyatakan, PLO kini memiliki peluang bersejarah untuk menegaskan perlawanannya terhadap Amerika dan Israel.

Nafidz Azam di hadapan para pengunjuk rasa di utara Jalur Gaza menegaskan, perjanjian Oslo praktis sudah mati. Namun sangat penting bagi PLO untuk mengumumkannya secara terbuka.

Perjanjian Oslo ditandatangani pada tahun 1993 oleh Yasser Arafat (pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina) dan Yitzhak Rabin (PM Israel) di Washington.

Perjanjian ini dianggap penting, karena merupakan kesepakatan resmi pertama antara Palestina dan Israel. Kendati perundingannya dilakukan di Oslo (ibukota Norwegia), namun akhirnya ditandangani kedua pihak dengan disaksikan presiden Amerika saat itu, Bill Clinton.

Kesepakatan ini meliputi pembentukan negara otonom Palestina (yang belakangan disebut PLO), juga pembentukan Dewan Konstitusi pilihan warga Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Menurut laporan kanal Palistine al-Youm, Azam meminta negara-negara Arab dan Islam untuk memberi perhatian kepada masalah Palestina, juga menghentikan pertumpahan darah di al-Quds.

Umat Islam dan bangsa Arab punya kartu truf guna menekan Amerika dan Israel, kata Azam. Dia berpendapat, umat Islam harus diberi kesempatan untuk menyuarakan pandangan mereka. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL