Damaskus,LiputanIslam.com-Mantan kepala biro intelijen Israel, Nativ, memprediksi, Israel mungkin tak bisa lagi menerbangkan jet-jet tempurnya secara leluasa di langit Suriah. Yaakov Kedmi menggulirkan kemungkinan ini menyusul ditembaknya pesawat militer Rusia di atas Laut Mediterania.

Pesawat jenis Ilyushin IL-20 rontok akibat salah tembak sistem pertahanan udara S-200 Suriah, yang berusaha menghadang serangan rudal Israel Senin malam (17/9). Sebanyak 15 penumpang pesawat itu dikabarkan tewas.

Dalam wawancara dengan Sputnik, Kedmi menyebut adanya kesepakatan antara Rusia dan Israel. Keduanya sepakat bahwa aksi Israel di angkasa Suriah jangan sampai membahayakan nyawa serdadu Rusia.

“Kini Israel telah melanggar kesepakatan ini. Apa yang akan terjadi nanti bergantung pada sikap Tel Aviv dalam masalah ini. Kemungkinan besar Israel tak bisa lagi bebas menerbangkan jet-jetnya di langit Suriah seperti dahulu,”terang Kedmi.

Dalam upaya sia-sia untuk menjustifikasi jatuhnya pesawat Rusia itu, Israel menuduh Teheran dan Damaskus bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Kedmi juga mengecam serangan Israel ke industri militer Suriah di provinsi Latakia. Dia berpendapat, serangan itu bukan tindakan bertanggung jawab, karena dilakukan tanpa mempertimbangkan konsekuensi setelahnya. (af/yjc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*