Berlin, LiputanIslam.com — Menteri Dalam Negeri Jerman Thomas de Maiziere mengungkapkan negaranya menjadi ‘rumah’ ratusan teroris yang memiliki pengalaman tempur di Suriah dan Irak. Hal ini disebabkan karena ada warga Jerman yang bergabung dengan kelompok jihadis di Tengah, dan kini mereka ‘pulang kampung’.

Menurutnya, kepulangan kelompok jihadis ini ke Jerman akan meningkatkan kemungkinan terjadinya serangan teror daripada yang pernah terjadi sebelumnya.

Maiziere mengungkapkan jumlah warga Jerman yang bergabung dengan jaringan teroris mencapai 760 orang, satu dari lima orang adalah perempuan.

Sebagian besar warga Jerman yang bertempur di Suriah dan Irak adalah laki-laki usia 20-an, yang memiiki kewarganegaraan Jerman atau kewarganegaraan ganda.

“Sekitar 120 warga Jerman telah tewas dalam konflik di Timur Tengah. Lalu, ada 200 orang yang kembali pulang. Sisanya masih berada di lain tempat dan berpartisipasi dalam kegian terorisme,” ungkapnya, seperti dilansir RT, (23/11/2015).

Memonitor kembalinya pejihad ini ke Jerman, lanjutnya, merupakan hal yang sulit. Ia hanya mampu mengidentifikasi sebanyak 70 orang, dan kebanyakan dari mereka kini telah mendekam di penjara.

Ia pesimis mampu memberikan 100% jaminan keamanan di Jerman, namun ia berjanji kaan melakukan segala sesuatu untuk menjaga kestabilan dan keamanan. Sejauh ini, tidak ada tanda-tanda bahwa pengungsi yang berada di Jerman terkait dengan terorisme.

Menurut Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, ada sekitar 25.000 warga asing yang bergabung dengan ISIS. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL