Berlin,LiputanIslam.com-Keputusan AS untuk keluar dari kesepakatan nuklir Iran (JCPOA) dinilai menlu Jerman bisa membahayakan hubungan trans-atlantik dalam jangka panjang.

Menurut Heiko Maas, perubahan dalam hubungan Jerman-AS bisa dirasakan dan kian menonjol usai keluarnya Washington dari JCPOA.”Kami siap berunding, bernegosisasi, bahkan berkonflik terkait pendirian kami,”ujar Maas dalam wawancara dengan Der Spiegel.

Niels Annen, staf Maas, bahkan mengkritik AS secara lebih tajam. Annen, yang juga berasal dari partai sosial-demokrat seperti Maas, mengatakan bahwa keluarnya AS dari JCPOA adalah sebuah kekeliruan yang berakibat serius dalam hubungan Berlin-Washington.

“Dengan menyesal harus saya katakan bahwa AS tidak berniat untuk menganggap serius argumen-argumen para sekutunya,”kata Annen, yang pekan lalu melakukan perundingan dengan para pejabat AS.

Der Spiegel melaporkan adanya upaya dari Uni Eropa untuk melindungi perusahaan-perusahaan Eropa dari sanksi-sanksi AS. Gunther Oittenger, komisaris anggaran UE, mengatakan kepada Der Spiegel bahwa Eropa harus tetap bertahan di JCPOA dan melindungi perusahaan yang bekerjasama dengan Iran. Menurut Oittenger, para menlu tiga negara Eropa akan mengadakan rapat luar biasa terkait hal ini dalam waktu dekat.

Kanselir Agung Jerman juga mengutarakan keprihatinannya atas keputusan Trump. Angela Merkel mengatakan, benar bahwa JCPOA bukan kesepakatan ideal. Namun tidak benar jika sebuah negara keluar secara sepihak dari perjanjian yang didukung Dewan Keamanan PBB.

“Langkah Trump terkait JCPOA telah merusak kepercayaan terhadap tatanan internasional,”tandas Merkel. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*