Berlin,LiputanIslam.com-Menteri luar negeri Jerman pada hari Selasa (28/8) mengaku, negaranya siap membantu perusahaan-perusahaan yang ingin tetap beraktivitas di Iran.

Menurut laporan Der Spiegel, Heiko Maas di hadapan para dubes Jerman di Berlin mengatakan,”Kami ingin membantu negara-negara yang ingin bertahan di Iran, sejauh kemampuan yang kami miliki.”

Dia menyatakan, prioritas Jerman adalah menciptakan kanal-kanal finansial dengan Iran.

Seperti diketahui, kesepakatan nuklir (JCPOA) antara Iran dengan enam negara (AS, Inggris, Jerman, Prancis, China, dan Rusia), ditambah Uni Eropa, dijalin pada 2015 lalu.

AS lalu keluar dari JCPOA secara sepihak pada 2018, sementara pihak-pihak Eropa mengaku masih berkomitmen dengan kesepakatan tersebut.

Beberapa waktu lalu, Uni Eropa menyodorkan undang-undang untuk menghindarkan Iran dan perusahaan-perusahaan Eropa dari sanksi AS. Namun banyak pakar berpendapat, undang-undang ini dalam praktiknya tak sanggup mencegah keluarnya perusahaan-perusahaan Eropa dari Iran.

Komisi Eropa pada Kamis pekan lalu (23/8) mengumumkan, pihaknya telah mengesahkan kesepakatan senilai 18 juta euro yang difokuskan untuk kerjasama dengan sektor swasta di Iran. Namun menurut jubir kemenlu Iran, hal ini berkaitan dengan kesepakatan yang dijalin dengan Eropa pada dua tahun silam. Maka, ini tak ada kaitannya dengan klaim Eropa untuk menjaga JCPOA.

Para pejabat Iran menyatakan, Eropa belum menunjukkan gerakan meyakinkan atas upaya untuk menjaga JCPOA dan mengkompensasi masalah yang muncul akibat keluarnya Washington dari JCPOA. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*