Baghdad,LiputanIslam.com-Baru-baru ini media mengabarkan, seorang jemaah haji asal Irak melemparkan dirinya dari tingkat atas jalur tawaf dan tewas. Sejumlah media memberitakan bahwa jemaah haji itu melakukan bunuh diri karena menderita sakit jiwa.

Terkait hal ini, seorang mantan anggota parlemen Irak meminta pemerintah dan kemenlu negaranya menyelidiki kematian jemaah haji tersebut.

Dalam wawancara dengan al-Sumaria News, Riyadh Ghali al-Saidi menyebut Saudi telah mengkhianati para tamu Allah. Dia mengatakan, jemaah haji itu tidak menderita sakit jiwa.

Al-Saidi mengaku, korban adalah temannya. Menurut dia, temannya ini memiliki keseimbangan kepribadian, akhlak, dan keagamaan. Maka, dia mustahil berani melakukan bunuh diri, seperti yang diklaim para pejabat Saudi.

Dia mengatakan, rezim Saudi telah meneror temannya dalam situasi yang mencurigakan. Oleh karena itu, semua perangkat pemerintah Irak terkait harus segera melakukan investigasi.

Al-Saidi juga mengkritik pemerintah Saudi yang lamban dalam mengembalikan jenazah korban. “Pemerintah dan lembaga haji Irak harus segera memulangkan jenazah korban, sebab ada kemungkinan pihak Saudi berupaya melenyapkan bukti-bukti kejahatan dari jasad korban,”kata al-Saidi.

Dia meminta pemerintah dan kemenlu Irak mengecam teror atas jemaah haji ini melalui sebuah statemen. Al-Saidi juga menuntut penyelidikan internasional independen untuk mengungkap dalang di balik teror tersebut. (af/alalam/tasnim)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*