Damaskus,LiputanIslam.com-Situs al-Akhbar Lebanon mengungkapkan, sebuah delegasi dari AS mengunjungi Suriah pada akhir Juni lalu dan bertemu dengan Ali Mamluk (kepala kantor keamanan nasional Suriah). Pertemuan yang berlangsung selama empat jam itu juga dihadiri sejumlah petinggi militer Suriah lainnya.

Al-Akhbar melaporkan, kedua belah pihak membahas krisis Suriah, perkembangan, dan dampak-dampaknya di kawasan.

Delegasi Washington dalam pertemuan itu menyataan, AS siap menarik keluar pasukannya dari wilayah Suriah, termasuk al-Tanf dan timur Eufrat. Namun, Suriah harus memenuhi tiga permintaan berikut:

Pertama, Iran harus angkat kaki sepenuhnya dari Suriah.

Kedua, jaminan tertulis bahwa perusahaan-perusahaan AS bisa memiliki saham dalam sektor minyak di kawasan timur Suriah.

Ketiga, Suriah harus memberikan informasi lengkap kepada AS tentang kelompok-kelompok teroris dan para anggotanya, termasuk informasi tentang anggota asing yang tewas, jumlah anggota yang tersisa, dan mereka yang telah pulang ke negara-negara Barat. Delegasi AS berdalih, “bahaya terorisme adalah bahaya transbenua dan segala informasi terkait hal ini demi kepentingan keamanan internasional.”

Berikut ini adalah jawaban Mamluk kepada delegasi AS:

Pertama, AS dipandang sebagai agresor dan memasuki Suriah tanpa izin. Maka, AS bisa keluar dengan cara serupa. AS akan diperlakukan sebagai pasukan agresor sampai mereka angkat kaki dari Suriah.

Kedua, Suriah adalah bagian dari sebuah poros besar, dan hubungan Suriah-Iran juga sangat jelas. Bashar Assad berulangkali menegaskan, hubungan Suriah dengan Iran, Hizbullah, dan para sekutu yang bahu membahu memerangi terorisme, adalah “hubungan yang sangat erat.” Permintaan AS tak akan mengubah kesolidan aliansi Suriah tersebut.

Ketiga, prioritas Suriah pasca perang adalah kerjasama dengan negara-negara kawan yang tidak melakukan konspirasi atas Damaskus. Suriah tak akan memberikan kemudahan bagi korporasi-korporasi dari negara-negara yang pernah atau sedang memerangi Damaskus.

Terkait informasi soal teroris, Mamluk berkata, informasi semacam ini pernah diberikan Suriah kepada Yordania dan sejumlah negara lain, termasuk UEA. Namun, menurutnya, sikap Suriah terhadap AS saat ini bergantung pada perubahan sikap politik Washington terhadap Damaskus, pemerintahan, dan tentaranya.

“Dengan demikian, sebelum ada hubungan politik yang stabil antara dua negara, Suriah tidak akan menjalin kerjasama dan koordinasi keamanan dengan AS,”tandas Mamluk. (af/yjc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*