Washington,LiputanIslam.com-Berdasarkan polling yang diadakan Universitas Monmouth di New Jersey, AS, 77 persen warga negara tersebut berpendapat, media-media mainstream hanya memuat “berita-berita palsu.”

Menurut laporan Politico, tiap tiga dari empat orang, di antara 803 pemberi suara (77 persen), berpendapat bahwa stasiun-stasiun televisi dan koran-koran tradisional memublikasikan kabar-kabar bohong.

Tingkat ketidakpercayaan masyarakat AS terhadap media dilaporkan meningkat dibanding tahun lalu. Pada tahun lalu, 63 persen warga mengungkapkan kekhawatiran atas ketidakakuratan informasi.

Sebanyak 31 persen peserta polling mengatakan, media-media ini secara konsisten menyebarkan berita-berita palsu. Sementara 46 persen berpendapat hal ini hanya kadang kala terjadi.

Berdasarkan penemuan Monmouth, 61 persen pendukung Demokrat berkeyakinan, media-media memublikasikan informasi-informasi keliru. Di tahun lalu, mereka yang berkeyakinan seperti ini hanya 43 persen. Tren ini juga terjadi di kalangan pendukung Republik, yang meningkat dari 79 persen menjadi 89 persen.

Di kalangan independen pun mereka yang meyakini tersebarnya kabar-kabar palsu meningkat dari 66 persen menjadi 82 persen.

Terkait motif penyebaran berita-berita palsu, sebanyak 42 persen percaya bahwa media-media mainstream melakukannya atas instruksi politis. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL