Yerussalem,LiputanIslam.com—Beberapa waktu lalu, Israel mengeluarkan kebijakan kontroversial di wilayah Yerussalem al-Quds. Rezim tersebut mencoba untuk menetapkan pajak untuk gereja-gereja di wilayah tersebut. Kebijakan kontroversial ini pun mendapat perlawanan dari masyarakat Internasional. Menyikapi aksi protes tersebut, PM Israel, Benjamin Netanyahu mengumumkan pada Rabu (28/2), akan menunda aturan pajak bagi gereja-gereja di wilayah Yerussalem.

Keputusan Israel ini datang setelah Netanyahu melakukan pertemuan dengan Nir Barakat, menyusul blokade yang dilakukan umat Kristen dengan cara menutup salah satu gereja suci di Yerussalem bernama Gereja Suci Sepulchre. Setelah mendengar keputusan Israel ini, rencananya, Gereja Suci Sepulchre akan kembali dibuka untuk umum.

Al-Jazeera melaporkan bahwa aturan pajak untuk gereja dan properti-properti lainnya di Yerussalem akan dibekukan sementara. (fd/al-Jazeera)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*