Yerussalem,LiputanIslam.com—Lebih dari 600 rakyat Palestina telah ditahan oleh pasukan rezim Israel semenjak Washington mendeklarasikan pengakuannya bahwa Yerussalem adalah Ibu Kota Israel.

Berdasarkan atas keterangan dari Perhimpunan Tahanan Palestina pada Selasa (26/12), sebanyak 610 rakyat Palestina, termasuk 170 anak-anak, 12 perempuan, dan tiga orang terluka, telah ditangkap dalam waktu tiga minggu semenjak Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan pengakuannya itu.

Perhimpunan itu juga mengatakan bahwa pada Selasa saja, setidaknya 24 rakyat Palestina telah ditangkap dalam aksi demonstrasi di sepanjang daerah West Bank.

Selain itu, berdasarkan atas laporan dari para pejabat PBB, sejak 5 hingga 18 Desember, pasukan Israel telah mencari dan menangkapi 162 rakyat Palestina dalam operasi yang digelar sepanjang wilayah Palestina yang dijajah Israel.

Rezim Israel telah lama melakukan serangan bertubi-tubi ke Gaza dan area sekitar jalur Gaza.

Pada 6 Desember, Trump mengumumkan keputusannya untuk mengakui Yerussalem sebagai Ibu Kota Israel dan akan memintahkan Kantor Dubes AS untuk Israel ke Kota Suci itu. Pada 21 Desember, PBB melaksanakan voting untuk membuat resolusi yang menentang keputusan Trump tersebut. Dalam voting itu, Trump kalah telak. Sebab para anggota PBB lebih setuju agar Trump mencabut pengakuannya itu. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL