Yerussalem,LiputanIslam.com—Koran Harian Israel, Haaretz, melaporkan pada Senin (3/7) bahwa Israel berencana untuk mewujudkan rangkaian pembangunan pemukiman penduduk di sebelah timur Yerussalem al-Quds. Kabarnya, rencana ini akan dimatangkan dua minggu ke depan oleh Komisi Perencanaan Pemukiman Yerussalem.

Harian tersebut mengatakan bahwa rencana diplomatis yang sensitif semacam ini telah berulang kali ditunda pada masa Pemerintahan Presiden AS, Barack Obama, akibat mandat dari para petinggi atau pun oleh Komite Perencanaan itu sendiri.

Namun semenjak Presiden AS yang baru, Donald Trump, resmi menjabat, terlebih setelah kunjungan yang dilakukan Trump ke Israel, para politisi sayap kanan Israel mulai menggemakan kembali rencana tersebut dan mengatakan bahwa rencana pembangunan itu akan kembali dilanjutkan.

Rencana pembangunan ini akan diaplikasikan di wilayah penduduk Palestina, Sheikh Jarrah, yang tentunya akan menyebabkan banyak keluarga Palestina akan tergusur.

Sementara itu, Peace Now, sebuah komunitas anti-pemukiman Israel yang terus memantau perkembangan pemukiman yang terjadi di Tepi Barat tersebut telah mengeluarkan kecaman atas rencana-rencana tidak manusiawi semacam ini.

“Langkah yang akan ditempuh oleh pemerintah Israel ini akan merusak kemungkinan perdamaian antara kedua negara,” ucap Lior Amihai, kepata tim pengawas pemukiman Peace Now.

Laporan tentang rencana pembangunan ini justru muncul di saat upaya diplomatik untuk merekatkan dialog antara Israel dan Palestina sedang digencar-gencarkan.

Sebelumnya, perundingan damai yang sempat terjadi antara kedua negara ini telah menemui kegagalan pada April 2014. Salah satu faktor penyebabnya adalah aktivitas pemukiman yang dilakukan oleh Tel Aviv.

Pembangunan pemukiman Israel ini dianggap oleh hukum internasional sebagai tindakan ilegal, sebab dilakukan di wilayah-wilayah kependudukan Palestina. (fd/Presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL