Al-Quds,LiputanIslam.com-Presiden AS pada Desember tahun lalu merilis statemen kontroversial, yaitu pengakuan al-Quds (Yerusalem) sebagai ibukota Israel dan pemindahan kedubes AS dari Tel Aviv ke kota tersebut.

Meski langkah ini mendapat penentangan banyak negara, termasuk sekutu AS seperti Inggris, Prancis, Jerman, dan Jepang, Washington tetap melakukan langkah-langkah persiapan pemindahan kedubesnya. Usai bangunan baru ditentukan, kini papan-papan penunjuk jalan menuju kedubes AS  di al-Quds mulai dipasang.

Pembangunan kedubes baru AS di al-Quds akan berjalan selama 6 tahun ke depan. Namun dengan adanya tekanan para pejabat Israel dan Trump, aktivitas diplomatik kedubes Paman Sam akan dipindahkan ke al-Quds pada peringatan Yaum al-Nakbah (pembentukan Rezim Zionis dan pendudukan tanah Palestina).

Trump sempat dikabarkan menerima undangan Netanyahu untuk menghadiri pembukaan simbolis kedubes AS di al-Quds, Namun kini sejumlah petinggi AS mengatakan, Trump tak akan menghadiri prosesi tersebut.

Di lain pihak, menteri perang Israel menyatakan, pemindahan kedubes AS dari Tel Aviv akan mendatangkan konsekuensi besar.

“Pemindahan kedubes AS ke Yeruslem harus dibayar, namun bayaran itu layak. Kita harus bersiap-siap untuk menanggung bayaran itu,”ujar Avigdor Lieberman. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*