TelAviv,LiputanIslam.com-Kendati PBB meminta Israel untuk menghentikan pengusiran imigran Afrika, Rezim Zionis justru menawarkan hadiah uang bagi imigran yang sukarela kembali ke negaranya atau pergi ke negara ketiga.

Menurut laporan BBC Arabic, Benyamin Netanyahu mengabarkan rencana pengusiran 38 ribu imigran Afrika. Mayoritas mereka memasuki Tanah Pendudukan dari Sudan dan Eritrea.

Para imigran diberi tenggat waktu hingga Maret untuk meninggalkan Tanah Pendudukan. Jika tidak, mereka diancam hukuman penjara 3 bulan atau pengusiran paksa.

Pada tahap awal, peringatan diberikan kepada para imigran pria yang belum berkeluarga. Untuk sementara ini, mereka yang mengajukan permohonan suaka atau yang permohonannya masih dikaji, tidak mendapat peringatan di atas.

Harian Israel, Haaretz, menyatakan, imigran Afrika yang bisa membuktikan dirinya adalah korban penyelundupan manusia atau perbudakan, akan aman dari hukuman pengusiran paksa.

Menurut harian ini, jumlah imigran yang akan diusir sedikitnya mencapai angka 15 hingga 20 ribu orang.

Imigran Afrika yang secara sukarela meninggalkan Tanah Pendudukan, dijanjikan hadiah 3.500 dolar US, tiket pesawat, dan dokumen perjalanan. Jika mereka belum pergi sampai batas waktu yang ditentukan, nilai hadiah akan dikurangi dan mereka akan ditindak. Begitu pula dengan pihak-pihak yang mempekerjakan imigran tersebut.

Sejumlah pihak dikabarkan menentang pengusiran para imigran Afrika tersebut. Bahkan dua pilot dari maskapai Israel dilaporkan enggan menerbangkan pesawat yang memuat para imigran terusir tersebut.

Para pengkritik menyatakan, jika hukuman penjara adalah opsi lain untuk pergi secara sukarela, maka itu tak bisa diklaim sebagai ‘gerakan sukarela.’ Sebelum ini, pengadilan Israel telah terlibat dalam masalah imigran. Namun tidak diketahui apakah kali ini pengadilan akan melakukan tindakan serupa atau tidak. (af/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*