Foto: AFP/presstv

Foto: AFP/presstv

Tel Aviv,LiputanIslam.com-Israel berniat kembali minta bantuan dari Presiden Turki. Recep Tayyip Erdogan diminta untuk menjadi penengah dalam proses pengambilan jenazah dua serdadu Israel dari Gaza.

Televisi satelit al-Aqsha melaporkan, presiden Israel, Reuven Rivlin, minta dari sejawat Turki-nya bicara dengan Hamas terkait pengambilan dua serdadunya yang tewas.

Menurut Rivlin, sebelum ini, ia telah mengutarakan hal ini kepada Erdogan, yaitu saat keduanya membicarakan pemulihan hubungan Israel-Turki.

“Saya akan kembali mengajukan permintaan ini saat dubes baru Turki menyerahkan surat tugasnya beberapa pekan lagi,”ujar Rivlin.

Presiden Rezim Zionis ini mengklaim, jasad dua serdadu bernama Aron Shaul dan Hadar Goldin ini berada di Gaza. Dia meminta Erdogan memaksa Hamas untuk mengembalikan mereka ke Israel.

Berdasarkan laporan ini, Ezzuddin Qassam, sayap militer Hamas, mengumumkan mereka telah menawan Shaul saat Israel menyerang Gaza di tahun 2014. Dua hari kemudian, Israel mengklaim serdadunya ini tewas dalam pertempuran melawan pasukan Qassam.

Di awal Juli 2014, Zionis memulai perang mematikan terhadap Gaza. Selama 50 hari, kawasan yang terkepung ini menjadi sasaran serangan darat dan udara Israel.

Perang ini berakhir pada 26 Agustus 2014 setelah perundingan di Kairo dan disepakatinya perjanjian gencatan senjata.

Serangan brutal Rezim Zionis selama perang 50 hari ini menewaskan 2200 warga Palestina, termasuk 577 anak-anak.

Hamas membalas serangan Israel dengan menembakkan sejumlah rudal. Israel mengklaim, serangan rudal Hamas telah menewaskan 53 serdadunya.

Di pihak lain, Hamas mengumumkan, mereka berhasil menewaskan sekitar 100 serdadu Zionis.

Sebagaimana diketahui, Hamas dan Israel tidak memiliki kontak resmi langsung. Tiap kesepakatan antara mereka dilakukan dengan pihak penengah internasional.

Di tahun 2011, serdadu Israel bernama Gilad Shalit yang diculik Hamas, akhirnya dibebaskan dengan bantuan seorang diplomat Jerman. Serdadu ini ditukar dengan 1037 warga Palestina yang ditahan di Israel. (af/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL