Beirut,LiputanIslam.com-Menurut harian Rai al-Youm, saat sekjen Hizbullah berpidato, hati orang-orang Zionis diliputi kekhawatiran dan mereka akan sibuk menganalisis kata demi kata dari pidatonya. Namun saat ia bungkam, justru Israel lebih ketakutan dan berusaha mencari penyebabnya.

“Diamnya seorang figur seperti Hasan Nasrullah adalah sebuah ‘pernyataan sikap.’ Bisa jadi diamnya dia adalah persiapan hal-hal tak terduga di masa mendatang, termasuk perang,”tulis Rai al-Youm edisi Selasa (15/1).

Fakta ini dibuktikan oleh statemen-statemen Yisrael Katz (menteri intelijen Israel) dan para pejabat Rezim Zionis lainnya.

Katz mengklaim, diamnya Sayyid Hasan Nasrullah adalah tanda ‘kekagetannya’ karena Israel telah menghancurkan terowongan-terowongan Hizbullah. Rai al-Youm menilai, analisis Katz ini “dangkal, tidak ilmiah, dan tak punya kredibilitas.”

Menurut media terbitan London ini, penghancuran terowongan-terowongan tersebut hanya sebuah “pertunjukan,” yang bahkan gagal meyakinkan orang-orang Israel. Media massa Israel malah menyebutnya sebagai upaya Netanyahu untuk mengalihkan perhatian opini umum dari kasus korupsi yang dihadapi dia dan istrinya.

Menurut laporan Rai al-Youm, Netanyahu tidak mendapat keuntungan apa pun saat ia mengadukan Hizbullah ke Dewan Keamanan PBB. Bahkan DK PBB tidak merilis statemen apa pun atas Hizbullah. PBB secara tegas menolak semua argumen yang diajukan Israel, sebab bagaimana bisa terowongan sepanjang 40 meter bisa menjadi ancaman bagi pemukim Yahudi yang tinggal di jarak lebih dari dua kilometer dari perbatasan?

Rai al-Youm menilai, Sayyid Nasrullah diam karena dia menganggap remeh “pertunjukan” Israel ini, sehingga tak perlu ditanggapi. Karena jika ia menanggapi, berarti sekjen Hizbullah telah memberikan kredibilitas terhadap sirkus Israel tersebut.

Di sisi lain, Sayyid Nasrullah dengan strategi diamnya berniat untuk melancarkan perang urat syarat terhadap musuh dan mempermainkan emosi mereka.

Israel telah menyebar isu soal kesehatan sekjen Hizbullah, dengan harapan mereka bisa memaksanya untuk muncul di media massa guna menanggapi isu tersebut. Namun Sayyid Nasrullah dan orang-orangnya sudah paham taktik ini dan tidak masuk perangkap begitu saja.

“Kita semua yakin, Sayyid Nasrullah akan tampil di saat yang tepat, dan dalam sebuah langkah tak terduga, menyampaikan sebuah atau beberapa poin yang akan membuat musuh, terutama Israel, kian takut dan cemas. Tak ada jalan lain bagi kita selain menantikan saat tersebut,”pungkas Rai al-Youm. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*