Quds,LiputanIslam.com-UNESCO pada hari Jumat (7/7) menyatakan, Hebron yang terletak di Tepi Barat termasuk dari warisan dunia yang berada di ambang bahaya. Keputusan UNESCO yang ditetapkan di kota Krakow, Polandia, ini adalah usulan dari pemerintah Palestina.

Dalam pemungutan suara tersebut, 12 negara mendukung keputusan ini, tiga menolak, dan enam negara menyatakan abstain.

Dimasukkannya Hebron sebagai bagian dari warisan dunia diumumkan UNESCO di laman Twitter-nya. Tujuannya adalah menarik perhatian masyarakat dunia terhadap kota yang memiliki sejumlah tempat suci di mata Muslim dan Yahudi ini.

Keputusan ini mengundang reaksi keras dari para pejabat Rezim Zionis. Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, menganggapnya sebagai langkah keliru UNESCO.

Kantor perdana menteri Israel merilis pernyataan bahwa Netanyahu berniat mengurangi satu juta dolar dari hak keanggotaan Israel di PBB. Dia akan mengalokasikan dana tersebut untuk membangun museum tentang sejarah para penduduk Yahudi di Hebron.

Avigdor Lieberman, Menhan Israel, mengkritik keputusan UNESCO ini dan menganggapnya sebagai tindakan anti-Yahudi. “Kami berharap teman baik kami di Amerika membantu memotong anggaran untuk UNESCO,”tulis Lieberman dalam akun Twitter-nya.

Di lain pihak, keputusan ini mendapat sambutan hangat dari para pejabat Palestina. Menteri Pariwisata Palestina menyebutnya sebagai sebuah pencapaian bersejarah. Menurutnya, keputusan ini membuktikan identitas kepalestinaan Hebron.

Riyadh al-Maliki, menteri luar negeri Palestina, menyatakan bahwa keputusan ini adalah sebuah kemenangan diplomatik, karena ini membuktikan kebohongan Israel terkait Hebron.

Sejak Palestina diterima secara resmi sebagai anggota UNESCO, Hebron adalah tempat keempat yang ditetapkan sebagai milik Palestina. (af/alalam)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL