youthYerusalem, LiputanIslam.com–Parlemen Israel menyetujui rancangan undang-undang yang memperbolehkan penahanan anak muda Palestina di bawah 14 tahun di Yerusalem selatan untuk tindakan terorisme.

Dari pernyataan aktivis LSM Defense for Children International in Palestine, Abu Eqtaish, terorisme yang dimaksud adalah perilaku membunuh atau usaha pembunuhan.

Undang-undang ini ditargetkan untuk anak muda Yerusalem selatan yang mencoba menyerang penduduk Israel dan anggota militer Israel.

“Kami percaya undang-undang baru ini adalah undang-undang diskriminasi,”  ujar Abu Eqtaish kepada Palestine Monitor.

Sementara di  Tepi Barat, anak-anak Palestina berada di bawah aturan militer yang memperbolehkan penahanan anak di bawah 12 tahun. Sebagai tambahan, tahun lalu sebuah aturan baru keluar yang memperbolehkan tentara Israel menahan siapa saja, termasuk anak-anak, yang melemparkan batu ke para tentara. Jika pelemparan batu tersebut terbukti dengan maksud melukai, masa penahanan yang diberikan adalah 20 tahun penjara. Sementara jika tidak terbukti, masa penahanan adalah 10 tahun.

Perdana Menteri Palestina, Rami Hamdallah, mengecam undang-undang baru tersebut sebagai bentuk pelecehan hak asasi anak.

“Ini membuat Israel menjadi satu-satunya negara di dunia di mana anak-anak menempuh pengadilan militer dan mengalami menyiksaan dan hukuman tak berperikemanusiaan, berdasarkan laporan dari UNICEF,” ujar Rami Hamdallah.

Dilansir dari Ma’an News, rancangan undang-undang tersebut diberi nama  “Youth Bill,” dan diberikan ke parlemen oleh anggota parlemen bernama Anat Berko dari Partai Likud. Undang-undang itu lolos dengan 32 suara setuju, 16 menolak, dan satu abstain.

Berdasarkan informasi dari kelompok aktivis hak asasi manusia Israel, B’Tselem, sebanyak 414 warga Palestina telah dijebloskan ke penjara Israel sejak April 2016. (ra/palestinemonitor)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL