Yerussalem,LiputanIslam.com—Otoritas Israel telah memberikan perintah pembongkaran atas empat rumah warga Palestina. Perintah ini didasarkan atas tuduhan bahwa empat keluarga ini terlibat dalam serangan yang pernah dilakukan kepada pasukan Israel, saat mereka tengan melakukan aksi penculikan terhadap 30 orang Palestina.

Selasa (4/7), pasukan Israel melakukan penggerebekan di Desa Deir Abu Mashaal, Ramallah, dan menyerbu tiga rumah milik keluarga pemuda Palestina yang ditembak mati saat menyerang pasukan Israel di Yerussalem Timur, bulan lalu.

Berdasarkan laporan Pusat HAM Palestina, akibat pembongkaran ini, tiga keluarga yang terdiri dari 22 orang tersebut akan kehilangan tempat tinggal mereka. Selain itu, pasukan Israel juga melakukan penggerebekan di kota Silwad, tepatnya di rumah keluarga Malik Ahmad Hamid. Sebelumnya, Hamid sendiri telah ditembak dan ditahan oleh otoritas Israel dalam keadaan terlukan pada bulan April lalu.

Keempat keluarga Palestina tersebut hanya diberikan waktu dua hari untuk mengajukan tuntutan atas perintah penggerebekan itu.

Hal serupa kerap kali menimpa rakyat Palestina, namun mereka lebih memilih untuk menghancurkan rumah mereka sendiri. Sebab, Otoritas Israel akan mengenakan biaya pembongkaran yang cukup besar apabila pembongkaran dilakukan oleh pemerintah Israel.

Sementara itu, Israel tetap melangsungkan pembangunan pemukiman ilegal di daerah Tepi Barat, sekalipun Dewan Keamanan PBB menentang tindakan sewenang-wenang tersebut.

Kelompok HAM Palestina telah melaporkan bahwa penduduk Deir Abu Mashaal dan Silwad, baru-baru ini tengah menghadapi gelombang kezaliman dari otoritas Israel berupa penggerebekan rumah, penangkapan sewenang-wenang, serta pemasangan penghalang jalan. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL