Damaskus,LiputanIslam.com—Berdasarkan atas laporan dari pengamat HAM Suriah yang berbasis di Inggris, bahwa korban serangan ke Suriah pada 30 April lalu mencapai 26 orang dan tidak ada satu negara pun yang mengklaim bertanggung jawab atas tindakan biadab ini.

Media online Suriah yang berbasis di Provinsi Homs, Zaman al-Washl, melaporkan pada Kamis (3/5) berdasarkan atas keterangan dari militer, bahwa Israel telah menggunakan rudal buatan Amerika untuk menyerang Suriah pada 30 April lalu. Sumber tersebut menambahkan bahwa rudal yang sama pun telah digunakan Israel untuk menyerang negara Arab lainnya.

Pasukan pertahanan Israel enggan berkomentar terkait tuduhan yang dialamatkan pada Tel Aviv, sebagai aktor di balik serangan itu. Namun, Israel mengklaim bahwa Iran telah menyiapkan militernya di Suriah untuk melawan Israel. Tentu saja, Tehran menolak tuduhan-tuduhan semacam ini dan mengatakan bahwa negaranya hanya mengirim para penasehat militer ke Suriah.

Hubungan antara Israel dan Iran memang semakin menegangkan. Sebab, Iran adalah satu-satunya negara yang kuat menolak keberadaan Israel.

Dengan dalih menghancurkan pangkalan militer Iran di Suriah, pasukan Israel pun melancarkan serangan ke pangkalan T-4 pada Februari dan April lalu. Israel menuduh Iran telah menyiapkan rencana untuk menyerang Israel. Suriah dan Iran sama-sama mengutuk serangan tersebut dan mengatakan bahwa beberapa orang penasehat militer Iran telah terbunuh dalam serangan yang terjadi pada awal April lalu itu. (fd/Sputnik)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*