masjid okPhiladelphia, LiputanIslam.com — Masjid Al-Aqsa di Philadelphia, Amerika Serikat (AS), kembali menjadi sasaran kebencian terhadap kaum Muslim pasca penembakan massal di California minggu lalu.

Marwan Kreidie, Direktur Eksekutif Arab American Development Corp menyatakan bahwa pada hari Minggu pukul 11 waktu setempat, sebuah truk merah melewati Masjid Al-Aqsa, dan salah satu penumpangnya melemparkan potongan kepala babi ke arah masjid.

“Hal ini sedang diselidiki. Pelaku tahu bahwa daging babi haram dalam Islam, dan insiden ini bisa dicurigai sebagai pelampiasan kebencian terhadap Islam,” ujar Kreidie.

“Mari berharap agar hal ini tidak berlanjut. Ini ibarat bom waktu yang setiap saat bisa meledak,” ujarnya.

Wali Kota Philadelphia Jim Kenney juga turut bereaksi atas penghinaan ini. Ia mengecam tindakan tak terpuji itu.

“Kami tidak bisa membiarkan kebencian memecah belah rakyat, apalagi kami menghadapi kesulitan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Saya minta kepada seluruh penduduk Philadelphia bersama-sama menolak tindakan tercela ini dan mendukung tetangga Muslim kita,” serunya.

Islamphobia semakin meningkat di AS setelah Tashfeen Malik, 29th, dan suaminya Syed Rizwan Farook, 28th, menyerang sebuah pesta di San Bernardino, California, yang menewaskan sekitar 16 orang dan 21 lainnya luka-luka.

Beberapa jam setelah serangan, komunitas Muslim AS mengutuk keras penembakan tersebut. Namun, hal ini tidak bisa menghentikan media-media mainstream AS untuk menebarkan kebencian dan racun terhadap ummat Islam.

Analis politik AS, James Morris yang juga editor America-hijacked.com, menyalahkan provokasi media atas meningkatnya Islamphobia di AS.

“Media-media Zionis di AS yang melakukan ini. Mereka tidak akan berbicara tentang motif di balik serangan tragis pada peristiwa 9/11 dan aksi-aksi terorisme lainnya yang terjadi di AS,” kecamnya, seperti dilansir Presstv, (8/11/2015). (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL