Pasukan Irak di selatan Mosul (presstv/AFP)

Pasukan Irak di selatan Mosul (presstv/AFP)

Mosul, LiputanIslam.com-Sebuah tindakan tak biasa dilakukan ISIS di Mosul. Mereka menyita paspor-paspor milik warga kota tersebut.

Menurut laporan Al-Sumaria News, sumber-sumber lokal menyatakan, ada kemungkinan paspor-paspor itu dirampas untuk digunakan para petinggi kelompok teroris ini melarikan diri.

ISIS menyita paspor ratusan warga di sejumlah masjid dan markas keamanan sementara di Mosul.

Tindakan ini dilakukan menyusul meningkatnya perlawanan bersenjata warga Mosul terhadap ISIS.

‘Festival Loyalitas’, Trik Propaganda Baru ISIS

Al-Sumaria News juga menukil laporan dari sejumlah sumber di propinsi Neinaveh, bahwa Rabu (26/10), ISIS melakukan sebuah propaganda untuk mengesankan dukungan warga Mosul terhadap mereka.

Dilaporkan bahwa ISIS mengadakan sebuah acara yang dinamakan ‘Festival Loyalitas.’ Mereka memaksa warga Mosul menunjukkan kesetiaan terhadap kelompok ini.

Warga dipaksa memegang senapan-senapan tanpa peluru, lalu diperintah untuk berpawai menuju pangkalan ISIS sebagai tanda dukungan mereka. Setelah pawai ‘abal-abal’ ini difoto, ISIS mengambil kembali senjata-senjata tersebut.

Operasi pembebasan Mosul telah memasuki hari ke-11. Laporan menyebutkan, pasukan antiteroris Irak telah merangsek hingga 2 kilometer sebelah timur kota ini.

Operasi militer ini dimulai atas perintah Haider Al-Abadi, Perdana Menteri Irak. Puluhan ribu orang dari tentara dan polisi Irak, yang didukung oleh al-Hasyd la-Sya’bi dan Peshmarga, bergerak maju dari berbagai arah mendekati kota yang diklaim ISIS sebagai ibukota pemerintahannya ini.

Dalam beberapa hari terakhir, lebih dari 800 kota dan desa di sekitar Mosul telah dibebaskan. Menurut para pengamat, keberhasilan pasukan Irak ini melebihi prediksi sebelumnya. (AF/presstv.fa)

DISKUSI:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL