YazidiBaghdad, LiputanIslam.com — Seorang dokter di Jerman mengungkapkan kekejaman teroris Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dalam memperlakukan kaum perempuan Yazidi. Seorang gadis kecil berusia 8 tahun, diperkosa ratusan kali. Tak hanya itu, wajahnya juga sengaja dibakar agar terlihat kurang menarik. Semua kejadian buruk itu ia alami kala ditawan ISIS.

“Dalam 10 bulan, ISIS menjualnya sebanyak delapan kali. Ia disandera dan diperkosa. Kasus ini selalu memenuhi pikiran saya,” ujar dr. Jan Ihan Kizilhan, prihatin.

Kizilhan memimpin sebuah proyek, yang berhasil membawa 1.100 perempuan dan anak-anak Yazidi ke Jerman, untuk membantu menyembuhkan luka fisik dan psikologis yang mereka alami.

Sejak ISIS mengontrol berbagai kota di Irak pada tahun 2014 lalu, hidup para perempuan Yazidi bagaikan neraka. Mereka dipaksa menjadi budak seks untuk melayani nafsu bejat ISIS.

Kizilhan bergidik ketika menceritakan pengalamannya. Di sebuah kamp pengungsi pada Agustus lalu, ia menjumpai seorang gadis yang menderita luka bakar di sekujur tubuhnya. Hampir 80% tubuhnya dipenuhi luka.

“Ia tidak punya hidung, dan juga tidak punya telinga kiri. Tapi saya lebih terkejut lagi ketika diceritakan tentang peristiwa yang menimpanya,” tutur Kizilhan, kepada Dailymail, 28 Februari 2016.

Etnis Yazidi, menjadi target ISIS lantaran keyakinan yang dianutnya. Yazidi menganut sekte yang merupakan perpaduan antara ajaran Zoroaster, Kristen dan Islam. Para pengikutnya menghormati api sebagai manifestasi Tuhan, melakukan pembatisan dan menjalankan sunatan.

Menumpahkan darah para pria Yazidi dianggap sebagai sesuatu yang halal, sementara para perempuan mereka diperbudak. Ada pula perempuan Yazidi yang diperkosa hingga hamil, lalu ditelantarkan. Saking beratnya derita yang ditanggung oleh perempuan Yazidi ini, menurut Kizilhan, banyak diantara mereka yang memilih bunuh diri. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL