Tentara FilipinaManila, LiputanIslam.com — Kelompok teroris transnasional Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengaku bertanggung jawab atas tewsnya 23 tentara Filipina di Pulau Basilan akibat ledakan pada tujuh truk. Pulau Basilan, terletak 880 km dari Manila, sejak lama merupakan sarang dari dua kelompok radikal, yaitu kelompok Abu Sayyaf dan Front Pembebasan Islam Moro.

Dalam bentrokan yang berlangsung selama 10 jam, tentara Filipina berhadapan dengan sekitar 120 kelompok Islamis. Menurut laporan, misi pasukan pemerintah adalah untuk menumpas atau menangkap pemimpin Abu Sayyaf, Isnilon Hapilon. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) sendiri menawarkan hadiah senilai $5 juta untuk yang berhasil menangkap Isnilon.

Sebagaimana dilansir Ibtimes, (13/4/2016), pada bulan Maret 2014, pemerintah Filipina menandatangani kesepakatan damai dengan Front Pembebasan Islam Moro,yang merupakan kelompok pemberontak Muslim terbesar. Pemerintah berjanji untuk memberikan otonomi di selatan Kepulauan, mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama 45 tahun dan menyebabkan 120.000 orang tewas.

Sedangkan kelompok Abu Sayyaf yang dibentuk pada tahun 1991, terus memerangi pemerintah, dan di Juli 2014 memberi baiat (atau berjanji setia) kepada pemimpin ISIS, Abu Bakr Al-Baghdadi.

Menurut keterangan dari media ISIS, ada tiga milisi mereka yang tewas dalam serangan. Sedangkan mereka mengklaim berhasil mencederai 53 tentara Filipina.

“Dengan kasih karunia Allah kami mampu meledakkan tujuh truk yang membawa tentara,” demikian pernyataan ISIS, yang dikutip Reuters.

Sementara Tentara Filipina mengatakan bahwa mereka telah membunuh lima, bukan tiga militan termasuk seorang pria bernama Ubaida, putra dari Hapilon.

Kelompok Abu Sayyaf pada bulan Maret tahun ini juga membajak sebuah kapal Indonesia dan menyandera 10 orang. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL