Damaskus,LiputanIslam.com—Perekrutan anak-anak oleh organisasi teroris telah menambah daftar kejahatan yang dilakukan oleh kelompok kriminal di Suriah. Kantor berita SANA melaporkan pada Selasa (27/2) seputar dua orang anak yang pernah disandera oleh kelompok teroris dan berhasil dibebaskan oleh Pasukan Arab Suriah (SAA).

“Organisasi ISIS telah menahanku seperti halnya orang-orang di Deir Hafer, selama lebih dari tiga tahun. Anak-anak yang ditahan oleh teroris menderita, karena sebagian digunakan sebagai umpan dalam teror bom mobil,” ucap Ibrahim Najam al-Nazal, anak berusia 14 tahun kepada SANA.

“Para perempuan dipaksa menggunakan pakaian hitam tertutup dan laki-laki dijadikan alat untuk membuat terowongan-terowongan serta menggali tambang. Organisasi teroris tidak mengizinkan siapa pun untuk meninggalkan wilayah tersebut,” kenang al-Nazal.

Al-Nazal menambahkan bahwa siapa pun yang berani melawan perintah para teroris yang tidak manusiawi itu akan disembelih atau digantung di depan semua orang, termasuk anak-anak. “Tetapi semua penderitaan berakhir setelah Pasukan Arab Suriah berhasil memasuki wilayah ini dan membebaskan kami,” ungkapnya.

Anak lainnya yang juga mengalami nasib serupa dengan al-Nazal adalah Yahiya al-Akhras dari Bustan al-Basha, Provinsi Aleppo. Ia mengatakan bahwa para teroris Jabhat al-Nusra, Pergerakan Nour Eddien al-Zinki, Ahrar al-Sham, dan beberapa organisasi teroris lainnya juga menggunakan anak-anak dalam serangan bom melawan pemerintah Suriah. Ia menambahkan bahwa kelompok takfiri itu telah mencuci otak mereka dan menyisipkan ideologi takfiri selama lima tahun. Tak hanya itu, mereka juga telah memanfaatkan anak-anak tersebut untuk memindahkan makanan melalui terowongan-terowongan.

“Para teroris itu telah melakukan banyak kejahatan di wilayahku, seperti membakar rumah-rumah, mobil, dan bangunan-bangunan lainnya, serta merampas uang. (fd/SANA)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*