Teheran,LiputanIslam.com-Konsultan Budaya dan Media Komandan IRGC, Hamid Reza Moghadam Far, meragukan potensi konflik militer antara Iran dan Saudi, bahkan setelah terpilihnya Muhammad bin Salman sebagai putra mahkota baru. Dalam wawancara dengan RT, dia mengatakan,”Tindakan ekstrem oleh Saudi dan putra mahkota barunya tidak akan berguna bagi kepentingan mereka.”

Moghadam Far berpendapat, diangkatnya Bin Salman sebagai putra mahkota baru adalah hasil kunjungan Donald Trump ke Riyadh beberapa waktu lalu. “Saat ini, Saudi tengah menghadapi situasi yang perkembangannya bisa saja menimbulkan masalah lebih besar untuk mereka,”ujarnya.

Menurutnya, kemelut antara Riyadh dan Doha telah mengurangi kekuatan koalisi yang diumumkan Trump di Riyadh, sebab Qatar termasuk negara yang memiliki ekonomi kuat.

“Sekarang ini banyak negara-negara Arab yang mengeluhkan sikap radikal Saudi. Bahkan analisis dari sejumlah negara besar menyatakan bahwa tindakan militer tidak relevan untuk kondisi saat ini,”jelasnya.

Moghadam Far berpendapat, pasca serangan rudal IRGC ke basis ISIS di Suriah, Saudi telah mempertimbangkan dampak buruk serangan terhadap Iran.

“Orang-orang tanpa pengalaman yang berkuasa di Saudi tidak memiliki ketegasan untuk memerangi Iran. Mereka tidak mampu melakukannya, bahkan seandainya mereka didukung oleh kekuatan-kekuatan internasional,”pungkasnya. (af/alalam)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL