Teheran,LiputanIslam.com-Direktur kantor al-Alam di Damaskus menyatakan, seminggu sebelum terjadinya serangan teror di Teheran, sejumlah petinggi teroris bertemu kepala Mujahidin Khalq, Maryam Rajavi. Seorang perwira Saudi juga dilaporkan hadir dalam pertemuan itu melalui video conference.

Menurut Hossein Morteza, pertemuan itu dihadiri Naser al-Hariri (ketua delegasi oposisi Suriah di Riyadh), Yasser Abdul Rahim (mantan kepala ruang komando operasi Jaish al-Fath di Aleppo), Hassan Ibrahim Athiya, Abu Usamah al-Julani, serta elemen-elemen yang terkait dengan Israel dan biro intelijen Yordania.

“Seorang perwira intelijen Saudi mengikuti pertemuan tersebut melalui Skype. Pertemuan itu berlangsung dengan metode ruang komando operasi antara Mujahidin Khalq dan organisasi yang berperang bersama kelompok teroris di Idlib,”papar Morteza.

Dia menambahkan, dalam pertemuan itu, sejumlah target di Teheran dipilih oleh ‘agen-agen tidur’, terutama mereka yang baru kembali dari Suriah.

Topik yang dibahas oleh Rajavi dan para petinggi teroris adalah mengikutsertakan sebuah kelompok pendukung ISIS di dalam negeri Iran. Kelompok ini dipilih oleh Mujahidin Khalq untuk melakukan teror di makam Imam Khomeini.

Penjelasan rinci serangan tersebut disampaikan oleh Maryam Rajavi. Saat perwira Saudi menanyakan manfaat serangan tersebut, Rajavi menjawab bahwa serangan itu sebagai jawaban terhadap pidato Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Khamenei, dalam peringatan wafatnya Imam Khomeini. (af/yjc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL