iran-turkey-flagsTeheran, LiputanIslam.com — Duta Besar Iran untuk Turki Ali Reza Bigdeli mengumumkan bahwa hubungan perbankan antara kedua negara (Iran dan Turki) akan kembali normal. Bank Mellat akan mulai beroprasi di Turki dengan membuka cabang di Ankara, Istanbul dan Azmir.

“Hubungan perbankan antara Iran dan Turki diumumkan hari ini setelah pertemuan dengan Gubernur Bank Central Erdem Başçı,” jelas Ali Reza, melalui akun Facebook-nya.

Dia menambahkan bahwa Bergiz Insaat Company, akan masuk sebagai investor pertama Turki ke Iran, yang telah sepakat untuk kerjasama untuk membangun jalan raya Tabriz Marand dengan nilai kontrak sebesar 900 juta dolar.

Menurut Dr. Majid Raizadeh, pakar geopolitik dalam tulisannya di Al Arabiya, tidak bisa dipungkiri bahwa Iran dan Turki sangat sering berbeda pandangan terkait konflik di kawasan. Katakanlah di Suriah, Turki mendukung pemberontak sedangkan Iran mendukung Presiden Bashar Al Assad.

“Namun retorika yang sengaja dipanaskan dalam beberapa waktu terakhir antara Iran dan Turki tidaklah menjadi sengketa utama. Mereka telah berhasil menyelesaikan perbedaan langkah geopolitik, karena keduanya memiliki kepentingan ekonomi,” tulis Majid.

“Sekeras apapun perbedaan pendapat dan persaingan geopolitik kedua negara tidak akan sampai menyebabkan konfrontasi militer antara Iran dan Turki. Alasan utamanya adalah Turki sangat membutuhkan minyak dan gas, dan Iran juga membutuhkan investor dari Turki. Inilah yang disebut dengan kepentingan ekonomi,” tambah dia.

“Turki adalah pelanggan utama minyak dan gas Iran. Turki merupakan negara yang mengimpor gas terbesar kedua bagi Iran. Bahkan, Turki berharap dengan dicabutnya sanksi ekonomi terhadap Iran, maka perusahaan-perusahaan Barat akan berinvestasi di bidang infrastruktur gas Iran untuk mempercepat proses produksi gas.” (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL