Penganut keyakinan Kristen di Iran tengah menghadiri acara natal di gereja Saint Mary Chaldean-Assyirian pada Desember 2014.

Tehran,LiputanIslam.com—Iran telah menolak tuduhan yang dilemparkan AS atas kondisi keberagamaan di Iran. Menurut Jubir Menlu Iran, Bahram Qassemi, laporan AS atas kebebasan beragama di Iran itu tidak berdasar dan syarat dengan motivasi politik. Qassemi menyampaikan pada Kamis (31/5) bahwa dokumen yang disodorkan oleh AS itu memuat gambar yang telah terdistorsi dari kenyataan yang ada di Iran serta beberapa negara lainnya.

Pada 29 Mei lalu, Departemen Kenegaraan AS merilis laporan tentang kebebasan beragama di dunia. Di dalam laporan itu diterangkan bahwa penganut Muslim non Syiah, serta para penganut agama lainnya mengalami diskriminasi dan pelecehan sosial di Iran. Selain Iran, tuduhan-tuduhan miring semacam ini juga menghantam lawan politik AS yaitu Rusia, Cina, dan Korea Utara.

“Republik Islam Iran menganggap laporan ini sangat tidak realistis, tak berdasar, bias, serta syarat dengan kepentingan dan tujuan politik,” ucap Qassemi.

Qassemi melanjutkan bahwa sejak revolusi Islam terjadi pada 1979, para penganut semua agama bebas mengikuti ajaran agama masing-masing di seluruh dataran Iran.

Di dalam konstitusi Iran tertulis bahwa penyelidikan terhadap keyakinan individu seseorang adalah hal yang terlarang dan tak ada satu pun yang boleh menganiaya atau membawa seseorang ke petugas hanya karena perbedaan keyakinan. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*