Teheran,LiputanIslam.com-Kementerian Dalam Negeri Iran merilis statemen resmi terkait dua perahu nelayannya yang ditahan Saudi. Menurut sejumlah media, Saudi mengklaim telah menangkap anggota IRGC. Namun Iran membantah dan menyebut warga Iran yang ditangkap itu adalah nelayan biasa.

Berikut isi statemen Kementerian Dalam Negeri Iran:

“Dengan asma-Nya Yang Mahaagung,

“Pada hari Kamis tanggal 15 Juni 2017, tiga perahu nelayan yang memiliki identitas dan dokumen sah keluar dari dermaga pelabuhan Bushehr menuju perairan Teluk Persia. Saat mencari ikan di tengah malam, para awak perahu kehilangan kendali akibat hantaman gelombang ombak laut dan terseret ke arah lain.

“Akhirnya salah satu perahu berhasil mengendalikan diri dan kembali ke jalur utama. Namun dua perahu lain terbawa ombak menuju perbatasan laut Iran-Saudi. Para awak tidak tahu bahwa mereka berada di jalur perbatasan bersama. Andaipun tahu, mereka tidak mampu mengendalikan perahu mereka.

“Sayangnya, di saat itu, begitu melihat dua perahu tersebut, patroli pantai Saudi langsung menghujaninya dengan tembakan. Akibatnya, seorang nelayan bernama Mahmoud Seyamar terluka dan tewas dalam perahu karena terkena peluru di bagian pinggangnya. Awak perahu lainnya bernama Farhad Seyamar (putra korban) berhasil menjauhkan diri dari tempat kejadian. Sedangkan tiga awak perahu lain yang bernama Hossein Ashlani, Sohrab Ashlani, dan Hossein Zarraie ditangkap oleh patroli pantai Saudi.

“Kementerian Dalam Negeri Iran menegaskan, tiga perahu tersebut adalah perahu nelayan yang terseret ombak. Ini adalah hal yang biasa terjadi di perairan Laut Oman dan Teluk Persia. Tiap tahun, puluhan perahu nelayan masuk ke wilayah negara tetangga secara tidak sengaja, apalagi ketika tidak ada penanda jalur perbatasan bersama.

“Sebagai contoh, sejak pertengahan Maret hingga 5 Juni 2017, sebanyak 17 perahu nelayan negara-negara tetangga di perairan Laut Oman dan Teluk Persia telah masuk ke wilayah Iran. Semua perahu ini dikembalikan ke negara-negara yang bersangkutan. Namun penembakan terhadap perahu nelayan adalah tindakan di luar batas kemanusiaan dan agama Islam.

“Pemerintah Saudi diharapkan untuk mengganti kerugian dan menindak oknum pelaku tindakan tak bertanggung jawab ini. Selain itu, pemerintah Saudi juga diharapkan untuk segera membebaskan para nelayan yang ditangkap, karena pihak keluarga sangat mencemaskan keselamatan mereka.” (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL