Tehran,LiputanIslam.com—Wakil Presiden Organisasi Energi Atom Iran, Behrouz Kamalvandi, mengatakan pada Rabu (10/1) bahwa Tehran siap untuk mempercepat pengayaan uraniumnya apabila Washington melanggar kesepakatan program nuklir Iran yang dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).

“Penting sekali bagi kami untuk mempersiapkan secara baik segala kemungkinan yang akan datang jika pihak menejemen berusaha untuk menindak aktivitas nuklir kami,” ucap Kamalvandi.

Kamalvandi menegaskan bahwa jika AS memutuskan untuk memperbarui sangsinya terhadap Tehran, artinya negara itu telah melanggar perjanjian JCPOA.

Selanjutnya, ia mengatakan bahwa Organisasi Energi Atom Iran sudah siap untuk mempercepat aktivitas nuklir negara tersebut beberapa kali lipat, terutama di bidang pengayaan uranium.

Menlu Iran, Mohammad Javad Zarif, saat bertemu dengan Menlu Rusia, Sergei Lavrov, pada Rabu pagi, mengatakan bahwa Tehran menyesali ada satu pihak yang mencoba untuk melanggar perjanjian nuklir tersebut.

“Kami dan anggota JCPOA yang lain harus bekerja lebih dekat lagi untuk memastikan agar perjanjian ini terus bisa diimplementasikan.

Pada Juli 2015, Iran dan negara-negara yang tergabung dalam P5+1—AS, Rusia, Cina, Prancis, Inggris, dan Jerman—telah menandatangani perjanjian JCPOA. Perjanjian tersebut menetapkan bahwa sangsi yang dikenakan terhadap Iran akan dicabut secara bertahap, dengan catatan Iran terus mempertahankan program nuklirnya dengan tujuan damai. (fd/Sputnik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL