Teheran,LiputanIslam.com-Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qassemi, menolak tuduhan pengaruh Iran atas negara-negara di Timteng. Dia mengatakan,”Pengaruh dan eksistensi kebudayaan sebuah negara kembali kepada sejarah, budaya, dan usia panjang peradaban negara tersebut. Ini adalah hal yang bersifat esensial, alami, dan kerakyatan. Sebuah pengaruh tak dapat diraih dengan piramida militer, ekonomi, dan bahkan politik.”

“Kebijakan fundamental Republik Islam Iran sebagai negara cinta damai dibangun atas dasar prinsip saling menghormati, tidak mencampuri masalah internal negara lain, serta kerukunan dan kerjasama dengan negara-negara lain demi memperkuat stabilitas, keamanan, perdamaian, dan perang terhadap terorisme,”lanjutnya.

Rabu (1/3), di akhir kunjungan Raja Salman bin Abdul Aziz ke Kuala Lumpur, Saudi dan Malaysia kembali mengulang lagu lama tentang ‘intervensi’ Iran dalam urusan internal negara-negara kawasan. Dalam pernyataan bersama ini, kedua negara mengungkapkan “kekhawatiran mendalam” atas hal ini.

Qassemi menyebut topik ini sebagai sebuah kebohongan yang telah dirancang dan diproduksi oleh kelompok-kelompok Zionis dan menjadikan persatuan Dunia Islam sebagai sasarannya.

“Tidak diragukan bahwa sikap pemerintah Malaysia ini sama sekali tidak membantu proses hubungan antara Iran-Malaysia yang mulai meningkat,”ungkapnya.

Juru bicara Kemenlu Iran menghimbau negara-negara Islam untuk lebih cermat menganalisis situasi regional dan dunia. Mereka diharapkan tidak terlibat dalam pembahasan-pembahasan yang berlawanan dengan prinsip persahabatan dan hubungan baik antarnegara.

“Malaysia memiliki posisi dan kapasitas yang tidak selayaknya digunakan untuk menempuh jalur pemecahbelahan ini. Dengan ketelitian dan kecermatan pandangan, Malaysia bisa memainkan peranan untuk menyatukan negara-negara Islam dan memperbaiki hubungan antara mereka,”pungkasnya. (af/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL