Teheran,LiputanIslam.com-Pada hari Rabu (8/5) ini, kemenlu Iran memanggil para dubes dari anggota JCPOA, yaitu Jerman, Inggris, China, Rusia, dan Prancis. Mereka lalu menerima surat dari presiden Iran, Hassan Rouhani, terkait keputusan Teheran tentang kesepakatan nuklir.

Dalam surat itu disebutkan, Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran memutuskan untuk “menghentikan pelaksanaan sejumlah komitmen Republik Islam Iran terhadap JCPOA.”

Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran melalui statemennya menyatakan, sudah satu tahun berlalu sejak AS keluar dari JCPOA dan melanggar semua komitmennya, bahkan memberlakukan kembali sanksi-sanksi lama dan menjatuhkan sanksi baru. Namun, sangat disayangkan bahwa DK PBB atau anggota-anggota lain JCPOA tidak bersikap tegas terhadap pelanggaran AS itu.

Dewan ini menegaskan, Iran selama setahun terakhit bersabar dan menahan diri. Bahkan memberi kesempatan kepada negara-negara anggota JCPOA untuk ‘menebus’ dampak keluarnya AS dari kesepakatan nuklir.

“Sayangnya, niat baik dan kesabaran rakyat Iran tidak ditanggapi dengan baik. Selain statemen-statemen politis, tidak ada tindakan konkret untuk mengatasi sanksi-sanksi AS atas Iran. Sebab itu, demi memenuhi hak-haknya dan mengembalikan keseimbangan dalam posisi tawar kedua belah pihak, Republik Islam Iran tak memiliki pilihan kecuali ‘mengurangi sejumlah komitmen,’”demikian isi salah satu alinea dalam statemen Dewan Keamanan Iran.

Berdasarkan statemen ini, Iran tidak lagi berkomitmen untuk membatasi cadangan uranium yang sudah dikayakan dan cadangan heavy water. Negara-negara yang masih bertahan di JCPOA diberi waktu 60 hari untuk merealisasikan janji-janjinya. Jika tidak, Iran secara bertahap akan mengurangi komitmen-komitmen lain dalam JCPOA.

Dewan menegaskan, Iran tetap bersedia menjalin komunikasi dengan para anggota JCPOA. Namun, Teheran akan “bereaksi tegas dan cepat terhadap tindakan-tindakan tak bertanggung jawab, seperti pengaduan ke DK PBB atau pemberlakuan sanksi-sanksi baru.”

“Jendela diplomasi ini tak akan terbuka dalam waktu lama. Tanggung jawab kegagalan JCPOA dan tiap dampak yang mungkin timbul ada di pundak AS dan negara-negara yang masih bertahan di JCPOA,”pungkas Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*