Washington,LiputanIslam.com-Dalam sebuah laporan bertajuk “The Eight Great powers of 2017,” situs The American Interest menempatkan Amerika, China, Jepang, Rusia, Jerman, dan India di peringkat pertama hingga keenam.

Republik Islam Iran menempati peringkat ketujuh, di atas Rezim Zionis yang merupakan sekutu Amerika dan berada di peringkat paling buncit.

Terkait dengan posisi Iran, situs ini menjelaskan, perang proxy antara Saudi dan Iran di tahun 2016 masih terus berlangsung. Dengan tibanya tahun baru Masehi, Iran lebih unggul dibanding Saudi. Kendati Saudi masih diangggap sebagai salah satu kekuatan di Timur Tengah, namun dalam 12 tahun terakhir, Iran jauh mengungguli rivalnya ini.

Laporan ini menjelaskan, perjanjian nuklir Iran dengan 5+1 (Amerika, Inggris, Prancis, Rusia, Jerman, dan China) serta kesepakatannya dengan Boeing dan Airbus, adalah pesan bagi dunia bahwa jalan perdagangan Iran telah terbuka. Produksi minyak Iran pun kini telah kembali normal seperti saat sebelum diembargo.

The American Interest dalam bagian laporannya menulis, dengan berakhirnya jabatan Barrack Obama dan terpilihnya Donald Trump sebagai presiden AS, mungkin tahun 2017 akan menjadi tahun sulit bagi Iran.

Meski demikian, situs ini mengakui peran konstruktif Iran dalam merebut Aleppo dari tangan ISIS. Iran juga disebut sebagai pemenang sejati dalam perang Irak melawan ISIS. Kelompok Ansharullah yang didukung Iran juga masih bertahan menghadapi agresi Saudi. Hal-hal ini menunjukkan, peran Iran dalam berbagai perubahan regional melebihi perannya di masa-masa sebelum ini. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL