Teheran,LiputanIslam.com-Kementerian Luar Negeri Iran memberikan tanggapannya atas perkembangan terakhir di provinsi Kirkuk, Irak. Melalui jubir Kementerian Luar Negeri, Iran menyatakan bahwa pihaknya mendukung kedaulatan penuh Irak. Iran juga meminta semua pihak untuk menghormati UUD Irak dan menyelesaikan masalah melalui dialog dan konstitusi.

“Oleh karena itu, kami menganggap pengibaran bendera selain bendera Irak di Kirkuk adalah pelanggaran atas UUD Irak dan pemicu ketegangan, sebab menurut konstitusi, Kirkuk berada dalam kekuasaan pemerintah federal Irak,”demikian yang dinyatakan Bahram Qassemi.

Jubir Kementerian Luar Negeri Iran menambahkan, perang melawan terorisme dan pembersihan kawasan Irak dari ISIS dan kelompok takfiri adalah prioritas utama pemerintah dan rakyat Irak. Qassemi menegaskan bahwa Republik Islam Iran akan selalu mendukung Irak dalam hal ini.

“Tindakan sejumlah pihak di Kirkuk sangat mengkhawatirkan, karena bisa mengalihkan energi pemerintah dan rakyat Irak dari upaya pembasmian teroris,”kata Qassemi.

Selasa pekan lalu (28/3), dalam rapat yang diboikot warga Arab dan Turkaman provinsi Kirkuk, dewan provinsi ini mengesahkan pengibaran bendera Kurdi di samping bendera Irak di seluruh gedung dan kantor pemerintahan Kirkuk.

Sabtu (1/4), parlemen Irak memutuskan bahwa hanya bendera Irak yang boleh dikibarkan di Kirkuk. Parlemen menyatakan bahwa penanganan minyak di provinsi tersebut adalah tanggung jawab pemerintah pusat.

Sejumlah warga Turkaman di Kirkuk juga berunjuk rasa di depan kantor gubernur. Mereka memprotes pengibaran bendera Kurdi di gedung-gedung pemerintahan. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL