Tehran,LiputanIslam.com—Jubir Kemenlu Iran mengatakan bahwa kemerdekaan Palestina dari penjajahan Israel tetap menjadi prioritas utama dunia Islam.

Pernyataan Bahran Qassemi ini dibuat pada Jum’at Pagi (22/12), sehari setelah Kemenlu Bahrain, Sheikh Khalid Bin Ahmed al-Khalifah mencoba untuk mengesampingkan pengakuan Donald Trump bahwa Yerussalem adalah Ibu Kota Israel.

“Sangat disesalkan melihat sebuah negara Arab dan Islam menyebut luka di tubuh negara Islam (Palestina) sebagai masalah sampingan,” tulisnya.

“Walaupun kita tengah menghadapi berbagai permasalahan yang komplek, krisis, dan berbagai ancaman yang dipropagandakan oleh AS-Zionis, Palestina masih tetap menjadi prioritas utama dunia Islam sampai ia benar-benar terbebaskan. Tidak seorang pun yang bisa mengalihkan umat Muslim dari masalah serius ini,” tambahnya.

Walaupun Menteri Bahrain tidak secara spesifik menyebutkan masalah Yerussalem al-Quds, namun pernyataannya itu datang bersamaan dengan ancaman Trump di depan Majelis Umum PBB terkait keputusannya pada Kamis lalu tersebut.

Pimpinan Amerika tersebut mengancam akan menarik bantuan AS ke negara-negara yang melawan keputusannya.

Namun, ancaman tersebut gagal untuk membuat sebagian besar anggota badan dunia untuk mengikuti keputusannya. Sebab, 128 negara telah memilih untuk membuat sebuah resolusi yang meminta Trump untuk membatalkan keputusan tersebut.

Pada sidang Majlis Umum PBB, sembilan negara memilih untuk mendukung keputusan Trump, sementara 35 negara lainnya memilih untuk absen.

Menlu Iran, Mohammad Javad Zarif, menulis dalam tweetnya bahwa hasil voting menunjukkan kata “tidak” pada intimidasi Trump.

Walaupun begitu, salah satu negara Arab, Bahrain masih tetap menjaga hubungan dekat dengan AS dan menjamu dua pangkalan militer Amerika di negaranya. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*