139502131337006187622414Teheran,LiputanIslam.com– Setelah kembali dari Wina untuk menghadiri pertemuan ke-171 OPEC, Menteri Minyak Iran mengatakan, keputusan yang diambil OPEC adalah pertanda organisasi ini belum ‘mati’.

“Lebih dari dua tahun OPEC berada dalam keadaan vakum. Bahkan, sebagian orang menyebutnya telah ‘mati.’ Namun, keputusan OPEC untuk memangkas produksi minyak menjadi 32,5 juta barel per hari mematahkan dugaan ini,”jelas Bijan Zangeneh.

Dia menjelaskan, OPEC telah memutuskan untuk mengurangi produksi minyak hingga 1,2 juta barel per hari. Namun, Iran dibebaskan dari keharusan mengurangi produksi ini.

“Semua negara diharuskan memangkas produksi minyaknya hingga 4,5 persen berdasarkan produksi di bulan Oktober. Sedangkan Iran diizinkan memproduksi 90 ribu barel per hari lebih banyak dari produksinya pada Oktober,”tuturnya.

Menurut Zangeneh, dalam pertemuan ke-171 ini, terbukti bahwa kesepakatan bisa dijalin dengan negara rival, atau bahkan lawan politik. Salah satu faktor penentunya adalah kemampuan dan kapasitas negara dalam memproduksi minyak.

“Desember adalah bulan buruk bagi pasar minyak. Tidak semua negara membeli minyak dan permintaan akan menurun. Namun, setelah perbincangan Presiden Iran dan Putin via telepon, Rusia menyatakan siap mengurangi produksinya hingga 300 ribu barel per hari. Negara-negara Non-OPEC juga menyepakati pemangkasan serupa. Dengan demikian, harga minyak akan stabil di angka 50 dolar,”pungkasnya. (af/tasnimnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL