Teheran,LiputanIslam.com-Juru bicara kemenlu Iran mengatakan, ledakan yang terjadi pada Minggu (12/5) di pelabuhan Fujairah sebagai peristiwa yang memprihatinkan dan mengkhawatirkan. Abbas Mousavi menuntut agar semua aspek insiden ini menjadi jelas.

Menurut Mousavi, kejadian ini berdampak negatif pada keselamatan pelayaran dan keamanan lalu lintas maritim. Dia memperingatkan upaya pihak-pihak tertentu untuk mengacaukan stabilitas dan keamanan regional. Jubir kemenlu Iran juga meminta negara-negara di kawasan mewaspadai ‘petualangan regional’ pihak-pihak asing.

Mulanya pihak UEA membantah kabar terjadinya ledakan besar di pelabuhan yang terletak di pesisir Laut Oman itu. Namun 14 jam kemudian, kemenlu UEA mengumumkan, empat kapal di perairan itu telah menjadi sasaran tindakan penghancuran.

Fujairah adalah pelabuhan terpenting untuk ekspor minyak UEA. Tiap harinya sekitar 1,8 juta barel minyak diekspor melalui pelabuhan tersebut.

Saudi Mengaku Dua Kapal Tankernya Diserang dekat UEA

Menteri Energi Saudi mengumumkan, dua kapal tanker Saudi diserang pada Minggu (12/5) pukul 6 pagi saat melintas di Teluk Persia.

“Serangan ini tidak mengakibatkan jatuhnya korban dan kebocoran minyak di laut,”kata Khaled al-Falih.

Dia menegaskan, masyarakat internasional bertanggung jawab untuk menjaga keamanan kapal-kapal tanker di laut. Sebab, kata al-Falih, hal ini berdampak langsung pada pasar bahan bakar dan ekonomi dunia. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*