iran ladang minyakTeheran, LiputanIslam.com-– Kepala Central Bank of Iran (CBI) Valiollah Seif menekankan bahwa Iran tidak berminat untuk mengurangi produksi minyak mentah sama sekali. Menurut dia, negara-negara anggota OPEC yang harus disalahkan atas jatuhnya harga minyak.

“Yang dilakukan Iran saat ini adalah mencoba kembali menggaet pangsa pasar,” ujar Seid, kepada CNBC dalam pertemuan IMF di Washington.

Menanggapi pertemuan antara negara-negara anggota OPEC plus Rusia di Doha, Qatar, ia berkata, “Permintaan Arab Saudi agar Iran membekukan produksi minyak mentah adalah permintaan yang sangat tidak adil dan tidak rasional.”

Seperti diketahui, anggota OPEC dan non-OPEC menyelenggarakan pertemuan di Doha pada 17 April 2016, untuk mendiskusikan rencana untuk membekukan produksi minyak mentah yang melimpah.

“Permintaan ini datang dari negara yang seharusnya paling bertanggung jawab atas surplusnya produksi minyak mentah. Mereka memproduksi minyak melebihi kuota yang ditetapkan, dan saya pikir ini tidak adil,” tambah Seif, seperti dilansir Tasnim News Agency (17/4/2016).

Sebaliknya, saat ini Iran berusaha untuk menggenjot produksi minyak mentahnya. Ada tambahan 1, 8 juta barrel per hari (bpd), sehingga total produksi minyak Iran mencapai 3,1 juta bpd. Sebelum dikenakan sanksi pada tahun 2011, produksi minyak mentah Iran telah mencapai 2,5 juta bpd.

Abbas Kazemi, Direktur National Iranian Oil Products Refining and Distribution Company (NIOPDC), pihaknya akan memproduksi minyak mentah, gas, dan kondesat.

“Kami menggalakkan optimalisasi sumber energi, penguatan ekonomi di atas serangan pihak asing seperti embargo, memperkuat harga diri dan kepercayaan diri nasional Iran, adalah beberapa kebijakan yang diupayakan oleh NIOPDC,” ujarnya, optimis. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL