Iran air beratTeheran, LiputanIslam.com — Hamid Baeidinejad, Direktur Jenderal untuk Urusan Politik dan Internasional Kementerian Luar Negeri Iran, menegaskan bahwa pihaknya telah menyepakati transaksi penjualan “heavy water” atau air berat kepada Amerika Serikat sejumlah 32 metrik ton, seperti yang dilaporkan Reuters, dan dikutip Tasnim News Agency (23/4/2016).

Air berat atau deuterium oksida, merupakan air dari deuterium, yaitu isotop hidrogen dengan massa ganda: hidrogen dan oksigen. Air berat memiliki banyak kegunaan, antara lain sebagai moderator neutron pada pembangkit listrik tenaga nuklir. Di laboratorium, air berat digunakan sebagai perunut isotop dalam mempelajari proses kimia dan biokimia. Penggunaannya dalam fusi nuklir adalah sebagai moderator untuk reaktor fisi.

Hal ini telah dikonfirmasi langsung oleh juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Elizabeth Trudeau. Transaksi ini merupakan salah satu hasil dari kesepakatan nuklir Iran dengan negara-negara P5+1. Departemen Energi AS, atau DOE, telah menyatakan transaksi dengan Iran ini bernilai $ 8.600.000.

“… Pemerintah AS, melalui Departemen Energi, mengeluarkan lisensi pembelian 32 metrik ton air berat dari anak perusahaan Organisasi Energi Atom Iran. Air berat ini akan memenuhi sebagian besar dari permintaan domestik AS tahun ini untuk industri dan aplikasi penelitian dalam negeri,” terang dia.

Juru bicara Organisasi Energi Atom Iran Behrouz Kamalvandi menyebutkan, bahwa pangsa pasar untuk penjualan air mineral akan terus diperluas. Ia mencatat, pihaknya telah melakukan negosiasi dengan beberapa negara yang berminat.

“Kami mempertimbangkan berbagai negara untuk penjualan air berat mengingat isu-isu strategis, ekonomi dan komersial,” kata Kamalvandi.

Dengan kesepakatan nuklir yang tertuang dalam Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), Iran bukan saja berhak untuk tetap mengayakan nuklirnya, tetapi juga membangun kerjasama yang komprehensif dengan negara-negara di seluruh dunia. Sanksi dicabut, penjulan minyak mentah meningkat tajam, transfer senjata S-300 dari Rusia juga terealisasi. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL