hasan-aboutorabiTeheran, LiputanIslam.com – Wakil Ketua Majlis Iran, Mohammad Hassan Aboutorabi Fard menyatakan bahwa jatuhnya harga minyak adalah kesempatan emas bagi Iran, bukan ancaman.

Seperti dilansir Shana, (06/1/2016), ia berkata, “Sebuah negara yang dikelola dengan estimasi harga minyak 100 dollar per barrel, sekarang dikelola dengan estimasi harga minyak 30 dollar per barrel, dan ternyata tidak ada perbedaan yang berarti. Dapat disimpulkan bahwa kita bisa mengurangi ketergantungan pada harga minyak.”

“Pelajaran dari kondisi ini, jika di masa depan harga minyak kembali melonjak ke angka 100 dollar per barrel, maka kita bisa mentransfer 70% pendapatan minyak untuk Dana Pembangunan Nasional,” ucapnya.

Inovasi Iran: Biaya Produksi Minyak Cukup $1 Per Barrel

Mengutip rilis resmi dari National Iranian Oil Company (NIOC), negara ini mampu berinovasi dengan menekan biaya produksi minyak mentah.

“Biaya yang diperlukan untuk mengolah minyak mentah di Iran adalah yang termurah, berkisar antara $1-$1,5,” jelas Salbali Karimi, CEO NIOC.

“Harga minyak mentah tak menentu. Kami mengambil langkah –langkah baru agar biaya produksi mencapai titik minimum.”

Selain itu, Iran juga melakukan upaya diplomasi. Pada November 2015, Iran menjamu perusahan-perusahaan yang bergerak di bidang energi di seluruh dunia untuk menghadiri konferensi di Iran, menawarkan proyek senilai $30 miliar untuk pengelolaan minyak dan gas kepada para investor. 250 perwakilan dari 33 negara di dunia menghadiri acara tersebut.

Baca juga: Campakkan Dollar, Iran-India Pakai Rupee Dalam Transaksi Minyak (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL