Iran,LiputanIslam.com—Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan bahwa perang dan pertumpahan darah di Yaman harus segera diakhiri. Hal ini ia sampaikan para acara peringatan dua tahun serangan militer brutal Saudi terhadap Yaman.

“Kekosongan pemerintahan (politik) yang disebabkan oleh perang dan konflik militer di Yaman telah menyebabkan tersebarnya fenomena terorisme yang berbahaya di berbagai belahan dunia,”Ucap kementerian itu, Minggu (26/03).

“Masalah ini menimbulkan ancaman bagi perdamaian, stabilitas, dan keamanan di seluruh dunia,” tambahnya.

Sebagaimana ditegaskan oleh para tokoh internasional bahwa perang yang terjadi selama dua tahun merupakan perang yang sia-sia. Selain berhasil menimbulkan banyak kerusakan di Yaman, perang tersebut juga telah merengggut nyawa ribuan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak. Tak hanya itu, 18 juta orang di Yaman membutuhkan bantuan kemanusiaan dan delapan juta lainnya berada pada kondisi kelaparan dan kekurangan gizi.

Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa kerusakan infrastruktur, pusat medis, dan pendidikan merupakan dampak buruk lainnya dari perang yang brutal ini.

“Tidak diragukan lagi, bahwa kelanjutan dari situasi ini hanya akan menciptakan ketidakstabilan regional dan kekacauan”, tegas beliau.

Berbagai fakta ini menegaskan pentingnya penerapan rencana perdamaian seperti yang diusulkan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, agar konflik yang mencengkeram Yaman segera berakhir.

Pernyataan damai itu berupa ajakan terhadap masyarakat internasional untuk meningkatkan upaya dan strategi dalam meringankan penderitaan rakyat Yaman, terutama perempuan dan anak-anak.

Selama kunjungannya ke ibukota Spanyol, Madrid, pada bulan April 2015, Zarif mengusulkan agar bangsa Yaman berhak untuk memutuskan masa depannya sendiri dan terbebas dari campur tangan asing.

Selain itu, poin-poin yang diusulkan oleh Zarif adalah menegakkan gencatan senjata dan menghentikan konflik serta pertumpahan darah, mengirimkan bantuan kemanusiaan kepada orang-orang yang terkena dampak kekerasan, meluncurkan dialog intra-Yaman, dan membentuk pemerintahan berbasis luas melalui partisipasi dari semua faksi Yaman.

Pada 26 Maret, 2015, Arab Saudi mulai meluncurkan serangan udara ke berbagai wilayah di seluruh Yaman, untuk mengembalikan mantan pemerintah Yaman, yang merupakan sekutu dekat Riyadh, dalam tampuk kekuasaan.

Kampanye, yang juga melibatkan operasi darat dan blokade laut, sejauh ini telah menyebabkan lebih dari 12.000 warga sipil tewas dan mendorong negara termiskin di dunia Arab jatuh pada ambang kelaparan.

Pengeboman yang dilakukan oleh Saudi di Yaman juga telah berhasil menghancur-leburkan infrastruktur, termasuk di dalamnya sekolah dan rumah sakit. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL