Anggota pasukan Irak dan warga sipil terlihat berada di dalam ruangan Masjid al-Nuri, di Kota Mosul, pada 8 Januari, yang telah hancur akibat serangan teroris ISIS.

Tehran,LiputanIslam.com—Jubir Menlu Iran, Bahram Qassemi, mengatakan bahwa Republik Islam akan terus mendukung dan membantu pengembangan, serta rekonstruksi Irak pasca serangan ISIS.

Qassemi menyampaikan kesannya pada Senin (12/2) bahwa Irak adalah negara sahabat dan tetangga Iran. Tak hanya itu, ia juga menerangkan bahwa Menlu Iran, Mohammad Javad Zarif berencana untuk terlibat dalam Konferensi Internasional Kuwait untuk Rekonstruksi Irak (KICRI).

Ia mengatakan bahwa Republik Islam tidak ragu untuk mendukung negara dan pemerintah Irak, serta menyertai mereka untuk melawan ISIS.

“Republik Islam Iran akan melanjutkan dukungan dan peran konstruktif pasca era ISIS untuk membantu pembangunan ekonomi Irak dan berbagai bidang lainnya,” ucap Jubir tersebut.

KICRI telah berlangsung di Kota Kuwait pada Senin kemarin dengan pembahasan utama tentang rekonstruksi Irak dan beberapa isu utama setelah perang melawan ISIS berakhir di negara itu. Konferensi yang berlangsung selama tiga hari itu turut menghadirkan beberapa kekuatan ekonomi, negara-negara Teluk, serta organisasi Internasional untuk membahas kebutuhan rekonstruksi Irak setelah melewati beberapa tahun konflik dan perang melawan kelompok teroris ISIS.

Konferensi KICRI dimotori oleh Kuwait, Irak, PBB, Uni Eropa, dan Bank Dunia.

PM Irak, Haider al-Abadi mengatakan bahwa negaranya sedang membutuhkan dana senilai 100 milyar dolar untuk membangun kembali negeri Irak yang telah hancur atas perbuatan kelompok teroris ISIS. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*