Teheran,LiputanIslam.com-Dalam wawancara dengan stasiun televisi CBC, Ali Akbar Salehi, Kepala Badan Energi Atom Iran, mengatakan,”Jika Trump melanggar kesepakatan nuklir (JCPOA), kami akan merespon dengan cara yang relevan. Tentu kami tidak ingin itu terjadi. Kami bisa dengan mudah kembali ke kondisi sebelum ini. Saya tak mau mengambil keputusan untuk itu, tapi kami tetap siap untuk kondisi apa pun.”

“Saya tidak dalam posisi untuk mereka-reka apa yang akan terjadi. Kami hanya akan bersabar dan melihat. Sebab, dengan berlalunya waktu, kami mendengar beragam suara. Kita tunggu saja apa yang akan terjadi,”ujar Salehi.

Salehi juga ditanya tentang dokumen yang dikeluarkan Gedung Putih sesaat setelah upacara pelantikan Trump. Dokumen itu menyinggung tekad pemerintahan baru AS untuk mengembangkan sistem pertahanan rudal demi menghadapi ancaman serangan rudal Iran dan Korut.

“Amerika berjarak 16 ribu kilometer dari Iran. Hingga kini, kami belum berniat membuat rudal yang mampu menempuh jarak sejauh ini. Ini adalah keputusan politis dan tidak rasional,”tutur Salehi.

Terkait pidato Trump di upacara pelantikannya, Salehi mengatakan, ada satu poin positif dalam pidatonya, yaitu dia tidak menyebut-nyebut Iran sama sekali. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL