Islamabad,LiputanIslam.com—Jubir Parlemen Iran, Ali Larijani, mengatakan bahwa AS tidak serius berkampanye melawan terorisme. Pernyataan Larijani ini disampaikan pada Senin (25/12) dalam konferensi anti terorisme yang berlangsung di Islamabad, Pakistan.

Diplomat Iran itu mengecam terorisme dalam segala bentuknya dan menekankan bahwa AS lah yang menciptakan kelompok-kelompok teroris, termasuk Daesh, untuk menghancurkan SDA yang ada di negara-negara Muslim dan melayani kepentingan rezim Israel.

“Iran menentang berbagai aksi teror dalam segala bentuknya yang terjadi di Pakistan, Afghanistan, Suriah, atau Irak, apabila aksi teror itu ditujukan untuk melawan umat Muslim,” ucap pejabat senior parlemen Iran tersebut.

Larijani mengatakan bahwa serangan AS ke Afghanistan pada 2001 dilakukan atas nama perlawanan terhadap terorisme dan penyebaran narkotika. Tetapi faktanya, produksi narkoba justru mengalami peningkatan lebih dari 45 persen selama perang berlangsung.

“Ada sekitar 400 tempat di Afghanistan yang memproduksi heroin,” ucapnya sembari mengkritisi sikap NATO yang bungkam terkait hal ini.

Survey terbaru yang dilakukan oleh AS dan pemerintah Afghanistan mengungkap adanya pembengkakan produksi opium di Afghanistan, hampir dua kali lipat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL