NewYork,LiputanIslam.com-Ketua Dewan Keamanan PBB meminta agar presiden Iran dan Amerika menahan diri dari perang verbal di media.

Olof Sgoog, wakil Swedia di DK PBB, menghimbau agar Hassan Rouhani dan Donald Trump berhenti saling tuduh agar tidak meningkatkan ketegangan regional.

Menurut Sgoog, kawasan Timur Tengah saat ini membutuhkan pengurangan tingkat ketegangan, bukan penambahannya.

“Saling tuduh melalui media antara presiden Iran dan Amerika sungguh mengkhawatirkan, “kata Sgoog kepada wartawan.

Dia menegaskan, masalah ini akan dibahas dalam sidang DK PBB besok (25/7).

Presiden Iran dalam sebuah seremoni di Teheran mengatakan,”Saat ini berunding dengan Amerika hanya berarti penyerahan diri dan berakhirnya keberhasilan bangsa. Tuan Trump! Kami adalah orang bermartabat dan penjaga keamanan jalur perairan di sepanjang sejarah. Jangan bermain dengan api, karena itu akan mendatangkan penyesalan.”

Statemen Rouhani langsung ditanggapi oleh Trump hari itu juga melalui Twitter.

“Jangan pernah mengancam Amerika lagi. Jika tidak, kau akan berhadapan dengan konsekuensi yang sebelum ini hanya dirasakan sebagian kecil orang dalam sejarah. Kami bukan lagi negara yang tahan terhadap omongan gila kalian soal kekerasan dan kematian. Berhati-hatilah,”cuit Trump kepada Rouhani.

Selain ditanggapi secara luas di Iran dan dunia, cuitan Trump juga dikomentari sejumlah pejabat Iran.

Menlu Iran dalam akun Twitter-nya mengingatkan bahwa sesumbar Trump bukan hal baru bagi rakyat Iran. Telingar mereka, kata Zarif, sudah terbiasa dengan sesumbar semacam ini selama 40 tahun terakhir.

Zarif juga menyinggung soal sesumbar Trump terhadap pemimpin Korut beberapa bulan lalu.

“Kami sama sekali tidak terpengaruh. Beberapa bulan lalu, dunia mendengar sesumbar yang lebih kasar. Rakyat Iran juga selama 40 tahun pernah mendengar sesumbar semacam ini, tapi yang lebih ‘beradab.’ Kami adalah bangsa berusia satu milenium dan telah menyaksikan runtuhnya sejumlah imperium. Salah satunya adalah imperium kami sendiri (Persia) yang berumur lebih panjang dari sebagian negara. Jadi, waspadalah,”cuit Zarif. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*