iran-ballistic-missile-testTeheran, Liputanislam.com –Iran bereaksi atas kebijakan terbaru Amerika Serikat yang menjatuhkan sanksi terhadap Iran, terkait dengan uji coba misil balistik pada bulan Oktober 2016 lalu. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Hussein Jaber Ansari sebagaimana dikutip oleh laporan Press TV Senin (18/01/16) menyatakan bahwa sanksi baru yang dijatuhkan oleh AS itu tidak akan mengurungkan rencana Teheran memperluas potensi kemampuan rudalnya.

“Teheran akan terus memperluas potensi kemampuan rudalnya, meskipun ada sanksi baru AS yang diberlakukan terhadap Iran,” kata Jaber Ansari.

“Program misil Iran tidak pernah didisain memiliki kemampuan membawa senjata nuklir,” ujarnya. Ansarei menambahkan bahwa sanksi AS terkait dengan program misil balistik Iran tidak sah dan tidak memiliki legitimasi moral.

Sambil menepis tuduhan AS, Iran justru malah balik mempermasalahkan kebijakan militer Washington di kawasan Timur Tengah. Menurut Ansari, justru AS yang selama ini terbukti sebagai kekuatan yang mengancam stabilitas keamanan di Timur Tengah.

“Justru Amerika yang terbukti menjual senjata bernilai puluhan miliar dolar ke sejumlah negara di kawasan setiap tahun. Seluruh senjata tersebut digunakan dalam kejahatan perang melawan rakyat Palestina, Lebanon, dan Yaman,” ucap Ansari.

Pada Oktober 2015, Iran menguji coba kemampuan misil balistik. Langkah negeri Mullah itu dianggap oleh AS melanggar ketentuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
AS sendiri menganggap program misil balistik Iran dapat mengancam keamanan regional dan global. Hal itu, kata sumber resmi pemerintah AS, akan berbuntut pada sanksi internasional.

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL