Teheran,LiputanIslam.com-Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran menyatakan, saat ini negaranya tengah menghadapi musuh penipu dan pelanggar janji seperti AS, yang dari satu sisi selalu menekan Iran, dan di sisi  lain bicara soal perdamaian.

“Rezim Baath Irak yang dipimpin Saddam juga menggempur kota-kota kita dengan rudal dan bom kimia, namun di saat yang sama, dia menyuarakan slogan perdamaian,”kata Mohammad Bagheri.

Menurut Bagheri, Iran saat ini berhadapan dengan “Saddam Baru” bernama (Donald) Trump, yang metodenya lebih rumit, membahayakan, dan mengelabui awam.

Baca: Ketika Arogansi Trump Membentur Batu Cadas

“Para pejabat AS sendiri mengaku, mereka belum pernah melakukan perang ekonomi dan urat saraf kepada suatu negara seperti yang dilakukan atas Iran. Dengan tekanan ini, mereka ingin memberi dua opsi kepada kita: perang atau negosiasi, yang tujuannya adalah agar kita menyerah. Namun Iran memilih untuk melawan dan akan teguh di jalan ini,”tegasnya.

Bagheri juga mengomentari tuduhan yang dialamatkan AS dan sekutunya terhadap Iran terkait sejumlah insiden di kawasan baru-baru ini.

“Mereka harus tahu, andai kata Iran berniat menghalangi ekspor minyak dari Teluk Persia, maka dengan kekuatan yang dimilikinya, Iran sanggup melakukannya secara terbuka, tidak seperti AS atau anteknya yang melakukannya secara diam-diam,”tandasnya. (af/alalam)

Baca:

Bin Salman Sampaikan Pesan Trump kepada Iran untuk Redakan Ketegangan

Senator AS: Kita Harus Invasi Venezuela untuk Menakuti Iran

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*