Moskow,LiputanIslam.com-Ali Akbar Velayati, utusan khusus presiden Iran ke Rusia, menegaskan bahwa negaranya akan tetap berada di Suriah guna menjamin teroris tak akan kembali beraktivitas di sana.

“Keberadaan Iran di Suriah akan berlanjut. Saya yakin, jika kami meninggalkan Suriah, Rusia juga akan pergi. Dan saat itu para teroris lama akan kembali ke kawasan,”kata Velayati dalam pidatonya di Institut Valdai, Rusia.

Menurut laporan Interfax, penasihat pemimpin tertinggi Iran ini menegaskan, koalisi AS berada di Suriah tanpa izin dari Damaskus. Velayati menyatakan, Iran tak akan angkat kaki dari Suriah karena ancaman AS, juga tidak berminat untuk berunding dengan Washington.

“Kami hanya akan pergi jika Suriah menyatakan tidak membutuhkan konsultasi militer Iran. Para penasihat militer Iran berada di Irak dan Suriah atas permintaan kedua negara itu,”lanjutnya.

Iran, kata Velayati, telah membantu Suriah membebaskan 80 persen kawasan dari cengkeraman teroris. “Kami datang ke Suriah tanpa izin dari AS, sehingga kami tak akan pergi atas permintaan mereka (AS). Justru Iran yang mencurigai tujuan dan legalitas keberadaan AS di Suriah,”tegas Velayati.

Mantan menlu Iran ini mengatakan, negaranya tidak ingin Suriah dipecah-pecah seperti Libya dan berniat membantu Damaskus guna menghadapi invasi AS.

“Jika AS tidak meninggalkan Timur Tengah, kami akan memaksa mereka angkat kaki…AS minta Iran pergi agar bisa leluasa mengacaukan Suriah,”pungkasnya. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*