Baghdad,LiputanIslam.com-Situs Arabi 21 menukil dari sumber-sumber terpercaya bahwa Irak telah mengusir Yahya Syurahli, mantan staf kedubes Saudi di Baghdad. Syurahli disebut sebagai “unsur yang tak dikehendaki.”

Menurut laporan Arabi 21, Syurahli saat ini menjabat sebagai deputi Thamir Sabhan, menteri penasihat Saudi dalam urusan Teluk Persia. Sebelum pemilu Irak, dia dikabarkan berusaha menjalin kontak dengan berbagai pihak politik dan kelompok Sunni-Syiah, dengan tujuan bisa memengaruhi koalisi kelompok-kelompok tersebut.

Usai pemilu dan menyusul adanya tekanan dari berbagai pihak, akhirnya Haider Abadi, PM Irak, mengusir diplomat Saudi ini.

Syurahli meninggalkan Irak pada tahun 2016 lalu. Namun kembalinya dia ke Baghdad dianggap “mencurigakan.” Hal inilah yang mendorong pemerintah Irak mengusirnya.

Pemilu Irak telah diselenggarakan pada 12 Mei lalu. Ini adalah pemilu legislatif keempat Irak setelah tergulingnya rezim Baath pada 2003 lalu, pemilu kedua usai keluarnya militer AS pada tahun 2011, dan pemilu pertama pasca kehancuran ISIS pada 2017 lalu. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*